Makanan bukan hanya soal rasa, tapi juga budaya. Di Korea Selatan, makan bersama rajamahjong88 dianggap lebih dari sekadar mengisi perut. Budaya ini membentuk kebiasaan unik yang membuat orang Korea jarang makan sendirian. Berikut lima tradisi kuliner Korea yang menarik dan wajib diketahui.
1. Budaya “Bapsang”: Meja Penuh Hidangan
Di rumah tradisional Korea, makan selalu hadir dalam bentuk bapsang—meja makan slot murah yang dipenuhi berbagai hidangan pendamping. Bukan hanya nasi dan sup, tetapi juga kimchi, sayuran, ikan, dan lauk pauk lainnya. Dengan hidangan sebanyak ini, makan sendirian terasa kurang seru. Orang Korea percaya bahwa berbagi makanan membuat makan lebih hangat dan menyenangkan.
2. Makan Bersama Membawa Kedekatan
Di Korea, makan bersama adalah simbol keakraban. Baik keluarga, teman, atau rekan kerja, duduk bersama di meja makan membangun ikatan sosial. Tradisi ini membuat kebiasaan “makan sendiri” kurang populer. Bahkan di kantor, orang Korea biasanya tidak makan sendirian karena ini dianggap kurang sopan atau kurang menghormati rekan kerja.
3. Aturan Etiket di Meja Makan
Ada banyak aturan etiket yang diikuti saat makan di Korea. Misalnya, orang muda tidak boleh mulai makan sebelum yang lebih tua, dan harus menunggu semua orang mendapat porsi mereka. Selain itu, piring sering dibagi, dan menggunakan sumpit untuk mengambil makanan dari piring bersama adalah hal biasa. Semua aturan ini menekankan kebersamaan dan membuat makan sendirian terasa canggung.
4. Fenomena “Hanjeongsik”: Makan Lengkap Tradisional
Hanjeongsik adalah hidangan Korea lengkap yang terdiri dari nasi, sup, lauk utama, dan banyak banchan (lauk pendamping). Hidangan ini lebih dari sekadar makanan; ini pengalaman yang dirancang untuk dinikmati bersama. Dengan begitu banyak lauk yang berbeda, makan sendirian akan terasa hambar karena pengalaman kuliner ini dirancang untuk berbagi.
5. Budaya “Pojangmacha” dan Nongkrong di Jalanan
Di Korea, makan di warung pinggir jalan atau pojangmacha sering menjadi kegiatan sosial. Orang datang bersama teman atau kolega untuk menikmati tteokbokki, soju, atau ramen. Aktivitas ini bukan hanya soal makan, tapi juga berbagi cerita dan tawa. Akibatnya, makan sendirian jarang terlihat, karena makan identik dengan bersosialisasi.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Rasa
Makan di Korea adalah pengalaman sosial, bukan hanya soal mengisi perut. Dari bapsang yang penuh warna hingga nongkrong di pojangmacha, semua tradisi ini mendorong orang untuk berbagi dan menjaga hubungan. Jadi, wajar jika orang Korea jarang makan sendirian—karena bagi mereka, makanan terasa lebih nikmat saat dinikmati bersama.
